Kutub.co – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Nusantara (UNINUS) Kelompok 25 dan 26 menggelar sosialisasi pengelolaan sampah bagi masyarakat RW 08, Desa Rancakalong, Kabupaten Sumedang. Kegiatan tersebut mendorong warga membangun kebiasaan memilah dan mengelola sampah sejak dari rumah.
Sosialisasi diikuti masyarakat, khususnya ibu-ibu RW 08. Kegiatan turut dihadiri perwakilan Pemerintah Desa Rancakalong, Kepala Dusun Dede Hidayat, Sekretaris Kecamatan Rancakalong Hendra, serta Ketua RW 08 Nandang.
Dalam kegiatan tersebut, aktivis lingkungan dari World Resources Institute, Desiana Tri Ambarawati, hadir sebagai pemateri. Ia menjelaskan bahwa persoalan sampah tidak hanya berkaitan dengan kebersihan lingkungan, tetapi juga dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat.

Menurut Desiana, setiap orang menghasilkan sekitar 0,7 kilogram sampah per hari. Sampah yang tidak dipilah, termasuk kebiasaan membakar sampah, dapat mencemari udara dan tanah serta meningkatkan risiko gangguan kesehatan, salah satunya penyakit pernapasan.
Karena itu, ia mendorong masyarakat memulai pengelolaan sampah dari langkah sederhana, yakni memilah sampah dari rumah.
Sampah organik, seperti sisa makanan, dapat diolah menjadi kompos atau dimanfaatkan untuk biopori. Sementara itu, sampah anorganik seperti plastik dan kaleng dapat dibersihkan untuk kemudian disetorkan ke bank sampah.

Masyarakat juga diperkenalkan dengan prinsip 5R, yaitu Refuse, Reduce, Reuse, Recycle, dan Replant. Penerapannya dapat dilakukan melalui kebiasaan sederhana, seperti membawa tas belanja sendiri dan menyediakan tempat sampah terpisah di rumah.
Sekretaris Kecamatan Rancakalong Hendra mengapresiasi sosialisasi yang digagas mahasiswa KKN UNINUS tersebut. Menurutnya, kegiatan itu dapat menjadi langkah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menangani persoalan sampah.
“Harapannya, dengan adanya sosialisasi ini masyarakat lebih sadar terhadap penanganan sampah, jangan sampai ini menjadi masalah besar di kemudian hari,” ujar Hendra.
Ia berharap pengetahuan yang diperoleh masyarakat dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, sampah tidak hanya dipandang sebagai sesuatu yang tidak bermanfaat, tetapi juga dapat memiliki nilai guna dan ekonomi.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN UNINUS Wawan Hermawan mengatakan persoalan sampah merupakan masalah bersama yang perlu ditangani secara kolektif karena berkaitan dengan lingkungan dan kesehatan masyarakat.
“Mahasiswa hanya memberikan fasilitasi, bagaimana mengelola sampah yang terbaik untuk kondisi desa ini,” kata Wawan.
Menurut Wawan, sosialisasi pengelolaan sampah merupakan salah satu program KKN yang dirancang untuk membantu masyarakat menghadapi persoalan lingkungan. Ia berharap kegiatan tersebut dapat mendukung terciptanya Desa Rancakalong yang lebih bersih dan asri.
Salah seorang warga yang mengikuti kegiatan tersebut menyambut positif sosialisasi. Ia mengatakan kegiatan itu memberikan pengetahuan baru, terutama mengenai perbedaan sampah organik dan anorganik serta cara pemanfaatannya.
“Yang tadinya tidak tahu tentang sampah organik sama sampah non-organik, sekarang masyarakat insya Allah jadi tahu dan bisa memilah mana yang bisa didaur ulang, mana yang bisa dijual ke pengepul,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UNINUS Kelompok 25 dan 26 berharap kebiasaan memilah sampah dapat dimulai dari lingkungan rumah tangga. Pemilahan dari sumber diharapkan menjadi langkah awal untuk menciptakan lingkungan RW 08 dan Desa Rancakalong yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Penulis: Syahda Salwa