Kutub.co – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Nusantara (UNINUS) Kelompok 17 dan 18 meresmikan program kerja bertajuk “Tapak Karya” di Desa Haurngombong, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Minggu (9/8/2026).
Program tersebut diwujudkan melalui pemasangan plang penanda RT/RW di sejumlah titik strategis desa. Keberadaan plang diharapkan dapat membantu warga maupun pengunjung mengenali wilayah administratif sekaligus mendukung penataan lingkungan Desa Haurngombong.
Program Tapak Karya disusun berdasarkan hasil observasi mahasiswa selama kurang lebih satu minggu di lingkungan Desa Haurngombong. Dari hasil pengamatan, mahasiswa menemukan sejumlah titik yang belum memiliki penanda batas RT/RW secara jelas.
Selain berdasarkan hasil observasi, program tersebut juga lahir dari permintaan warga yang menginginkan adanya fasilitas penanda wilayah. Kondisi itu kemudian menjadi salah satu pertimbangan mahasiswa dalam menentukan program kerja yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Tapak Karya” tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan penanda administratif, tetapi juga memperhatikan aspek ketahanan dan estetika. Mahasiswa merancang plang menggunakan rangka baja ringan yang diisi cor, sedangkan tulisan penanda dibuat dari bahan akrilik.
Pemilihan material tersebut mempertimbangkan kondisi plang yang akan ditempatkan di ruang terbuka dan terpapar cuaca dalam jangka panjang. Mahasiswa juga melakukan survei lokasi, menyiapkan material, hingga membuat dan memasang plang secara bertahap.
Kepala Dusun 2 turut menyampaikan pentingnya penggunaan material yang lebih kuat. Menurutnya, sebelumnya pernah terdapat plang penanda serupa, tetapi mudah rusak bahkan hilang sehingga tidak lagi berfungsi secara optimal.
Setiap plang yang dipasang dilengkapi dengan penomoran RT/RW. Penanda tersebut diharapkan dapat memudahkan masyarakat dan pengunjung dalam mengenali wilayah sekaligus membantu memperjelas identitas administratif di tingkat lingkungan.
Diresmikan Bersama Aparat dan Warga
Peresmian Tapak Karya dilaksanakan di rumah Ibu Susi selaku Ketua Kader Posyandu, Dusun 02 RT 04/RW 04, Desa Haurngombong. Kegiatan tersebut berada di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Siti Nur, S.ST., M.Kom.
Acara dihadiri aparat desa, jajaran RT dan RW setempat, Ketua Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) beserta anggota, serta masyarakat yang terlibat dalam kegiatan.
Ketua KKN Posko 17 dan 18, Sidik, menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah mendukung pelaksanaan program Tapak Karya. Ia berharap plang yang telah dipasang dapat dirawat dan tetap memberikan manfaat bagi masyarakat setelah masa KKN berakhir.
Apresiasi juga disampaikan perwakilan PKK, Dedi. Ia menilai program tersebut menjadi salah satu bentuk inisiatif mahasiswa dalam membantu melengkapi identitas wilayah Desa Haurngombong.
Sementara itu, Ketua RW 04, Dendin, menyambut baik keberadaan Tapak Karya. Ia menyatakan dukungannya terhadap pemasangan penanda RT/RW, khususnya dalam membantu memperjelas wilayah administratif di lingkungannya.
Setelah rangkaian sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan sejumlah plang RT/RW yang telah terpasang. Peninjauan tersebut menjadi bagian dari peresmian sekaligus bentuk realisasi program yang dirancang mahasiswa berdasarkan hasil observasi di lapangan. Kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama para tamu undangan.
Tak Berhenti pada Pemasangan
Keberlanjutan program Tapak Karya tidak hanya bergantung pada proses pemasangan plang, tetapi juga pada pemeliharaannya setelah kegiatan KKN berakhir. Karena itu, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting agar plang tetap terawat dan dapat digunakan dalam jangka panjang.
Bagi mahasiswa KKN Kelompok 17 dan 18 UNINUS, Tapak Karya merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang disusun berdasarkan kondisi dan kebutuhan lingkungan setempat. Hasil observasi menjadi dasar dalam menentukan program agar kegiatan yang dilaksanakan tidak sekadar bersifat seremonial, tetapi memiliki manfaat bagi masyarakat.
Melalui program tersebut, mahasiswa berharap Desa Haurngombong memiliki penanda wilayah yang lebih jelas, kokoh, dan tahan lama. Selain mendukung pengenalan wilayah administratif, keberadaan plang diharapkan dapat memperkuat identitas visual serta membuat lingkungan desa terlihat lebih tertata.
Dengan demikian, Tapak Karya diharapkan tidak berhenti sebagai peninggalan fisik mahasiswa KKN, tetapi dapat terus dirawat dan dimanfaatkan masyarakat Desa Haurngombong setelah program KKN selesai.
Penulis: Muhammad Zidni Fauzan, (Salah satu Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Universitas Islam Nusantara)