5 Film Dokumenter yang Mengajak Melihat Perjuangan Atlet dari Sisi Lain

Hasemi

No Comments

Kutub.co – Pertandingan olahraga biasanya menghadirkan angka, skor, kemenangan, dan medali sebagai ukuran keberhasilan seorang atlet. Namun, perjalanan menuju pencapaian tersebut sering kali menyimpan cerita yang jauh lebih panjang.

Kisah tentang tekanan kompetisi, persoalan sosial, ketidaksetaraan kesempatan, hingga keberanian atlet menghadapi persoalan di lingkungan olahraga menjadi bagian yang jarang terlihat ketika pertandingan berlangsung.

Sejumlah film dokumenter olahraga mencoba membuka sisi tersebut. Tidak hanya menampilkan momen ketika atlet bertanding, film-film ini menghadirkan wawancara, arsip, serta rekaman perjalanan para atlet untuk memperlihatkan persoalan yang berada di balik sebuah pencapaian.

Berikut lima film dokumenter yang dapat menjadi pilihan untuk melihat dunia olahraga dari perspektif yang lebih luas, diantaranya:

1. Icarus (2017)

Persoalan integritas olahraga menjadi fokus utama Icarus. Dokumenter ini bermula dari eksperimen pembuat film Bryan Fogel yang ingin mengetahui bagaimana sistem pengujian doping dalam olahraga profesional bekerja.

Namun, penyelidikan tersebut kemudian berkembang jauh lebih besar. Fogel bekerja sama dengan Grigory Rodchenkov, mantan kepala laboratorium antidoping Rusia, yang kemudian mengungkap dugaan praktik manipulasi pengujian doping secara sistematis.

Dalam sinopsis resminya, Netflix menjelaskan bahwa perjalanan Fogel dan Rodchenkov menjadi bagian dari pengungkapan skandal yang kemudian mendapat perhatian internasional.

Icarus menunjukkan bahwa persoalan dalam olahraga tidak selalu terlihat dari arena pertandingan. Sistem pengawasan, aturan antidoping, serta tekanan untuk mencapai prestasi dapat memengaruhi atlet dan kompetisi secara keseluruhan.

Walaupun tidak secara khusus berfokus pada atlet perempuan, dokumenter ini tetap relevan untuk memahami bagaimana persoalan struktural dalam olahraga dapat berdampak pada atlet dari berbagai latar belakang dan cabang olahraga.

2. The Edge (2019)

Tekanan untuk mempertahankan prestasi menjadi persoalan lain yang diangkat dalam The Edge. Dokumenter ini mengikuti perjalanan tim kriket Inggris yang mencapai peringkat pertama dunia pada periode 2009–2013.

Alih-alih hanya merayakan keberhasilan tersebut, film ini melihat kembali proses yang berlangsung di balik pencapaian tim. Rekaman pertandingan, wawancara, dan refleksi para pemain digunakan untuk menggambarkan tekanan yang muncul ketika seorang atlet berada di level kompetisi tertinggi.

Informasi British Film Institute (BFI) mengenai film tersebut menyebut The Edge sebagai dokumenter yang menggambarkan perjalanan tim Inggris sekaligus dinamika di balik keberhasilan mereka.

Meski subjek utamanya merupakan tim laki-laki, persoalan yang dibahas memiliki relevansi lebih luas dalam olahraga profesional, termasuk bagi atlet perempuan. Tekanan mempertahankan performa, ekspektasi publik, serta kondisi psikologis atlet merupakan persoalan yang dapat muncul di berbagai cabang olahraga.

3. Sisters on Track (2021)

Perjalanan menjadi atlet tidak selalu dimulai dari fasilitas olahraga yang memadai. Hal tersebut tergambar dalam Sisters on Track, dokumenter yang mengikuti tiga bersaudara asal Brooklyn, Amerika Serikat, yakni Tai Sheppard, Rainn Sheppard, dan Brooke Sheppard.

Ketiganya menekuni olahraga atletik sejak usia muda. Di luar latihan dan kompetisi, mereka harus menghadapi persoalan keluarga dan kondisi ekonomi yang turut memengaruhi kehidupan sehari-hari.

Berdasarkan sinopsis resmi Netflix, dokumenter ini mengikuti kehidupan ketiga bersaudara tersebut selama beberapa tahun. Ceritanya tidak hanya berkutat pada persiapan menghadapi kompetisi, tetapi juga perjuangan keluarga mereka untuk memperoleh tempat tinggal yang lebih layak.

Kisah keluarga Sheppard menunjukkan bahwa kemampuan seorang atlet bukan satu-satunya faktor yang menentukan perjalanan mereka. Dukungan keluarga, lingkungan, pendidikan, dan kondisi ekonomi juga dapat memengaruhi kesempatan seorang anak untuk berkembang dalam olahraga.

4. Athlete A (2020)

Jika Sisters on Track memperlihatkan persoalan di luar arena, Athlete A membawa penonton pada persoalan serius yang terjadi di dalam lingkungan olahraga senam Amerika Serikat.

Dokumenter ini mengikuti investigasi The Indianapolis Star terhadap Larry Nassar, mantan dokter tim nasional senam Amerika Serikat yang menghadapi tuduhan pelecehan seksual terhadap atlet.

Netflix menyebut Athlete A sebagai dokumenter yang menggabungkan proses investigasi jurnalistik dengan kesaksian para atlet. Salah satu sosok yang menjadi perhatian adalah Maggie Nichols, yang dikenal dengan sebutan “Athlete A” setelah menjadi salah satu pesenam pertama yang melaporkan dugaan pelecehan tersebut.

Film ini memperlihatkan bagaimana laporan para atlet berkembang menjadi kasus besar yang melibatkan banyak korban. Persoalan tersebut kemudian tidak hanya diarahkan kepada pelaku, tetapi juga memunculkan pertanyaan mengenai sistem perlindungan atlet dan respons organisasi olahraga terhadap laporan yang disampaikan.

Dengan demikian, Athlete A tidak semata-mata bercerita tentang sebuah kasus, tetapi juga memperlihatkan keberanian atlet untuk bersuara ketika menghadapi persoalan di lingkungan yang seharusnya memberikan rasa aman.

5. Rising Phoenix (2020)

Olahraga juga dapat menjadi ruang bagi seseorang untuk membangun kembali kehidupan dan identitasnya. Perspektif tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam Rising Phoenix, dokumenter yang mengangkat perkembangan Paralympic Games serta kisah sejumlah atlet penyandang disabilitas dari berbagai negara.

Dokumenter produksi Netflix tersebut menampilkan sembilan atlet Paralimpiade dan perjalanan mereka dalam dunia olahraga. International Paralympic Committee menjelaskan bahwa film ini turut menggambarkan perkembangan Paralimpiade hingga menjadi salah satu ajang olahraga terbesar bagi atlet penyandang disabilitas.

Di dalamnya, penonton tidak hanya diperlihatkan kemampuan para atlet ketika berkompetisi. Ada pula cerita mengenai proses pemulihan, pembentukan identitas, serta perjuangan memperoleh kesempatan yang lebih setara.

Pengalaman atlet perempuan penyandang disabilitas juga memperlihatkan bahwa tantangan yang dihadapi dapat berlapis. Selain berhadapan dengan keterbatasan akses akibat kondisi disabilitas, mereka juga menghadapi persoalan representasi dan kesempatan sebagai perempuan dalam dunia olahraga.

Pada akhirnya, kelima dokumenter tersebut menawarkan cara berbeda dalam memahami dunia olahraga. Ada yang memperlihatkan perjuangan menghadapi kondisi sosial dan ekonomi, keberanian melaporkan kekerasan, pengalaman atlet penyandang disabilitas, tekanan psikologis, hingga persoalan integritas kompetisi.

Cerita-cerita tersebut mengingatkan bahwa di balik satu pertandingan dan sebuah medali, terdapat perjalanan panjang yang tidak selalu terlihat oleh penonton.

5 film, Atlet, beraktivitas, Dokumenter, Indonesia, Kesetaraan, perjuangan, Remaja

Artikel Lainnya

Kenapa Drama Yumi’s Cells Terasa Sangat Relate bagi Orang Dewasa? Karena Cinta Saja Memang Tidak Cukup

Avatar: Fire and Ash, Saat Pandora Memasuki Bab Paling Kelam

10 Film Action Teka-Teki dengan Plot Twist Tak Terduga yang Wajib Ditonton

Leave a Comment