DOSEN DAN MAHASISWA UNISBA PELAJARI REVITALISASI PASAR TRADISIONAL DI KOREA SELATAN

puput latifa

No Comments

Kutub.media – Dosen dan mahasiswa Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Islam Bandung (FEB UNISBA), melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Internasional di Yong Ho Gol Mok Market, Busan, Korea Selatan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program internasional delegasi UNISBA dalam kegiatan INOBIST–3rd International Conference on Business, Accounting, and Commerce (ICoBAC) 2026 yang diselenggarakan bersama Tongmyong University, Busan, Korea Selatan.

Tim PKM Internasional tersebut diketuai oleh Asri Nuranisa Dewi, S.Pd, M.Pd dengan Dr. Rabiatul Adwiyah, S.E., M.Si. sebagai anggota tim, serta melibatkan mahasiswa Program Studi Manajemen FEB UNISBA. Keterlibatan dosen dan mahasiswa dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan pembelajaran berbasis pengalaman internasional sekaligus pengembangan model pengabdian kepada masyarakat yang relevan dengan kebutuhan pelaku usaha dan pengelola pasar tradisional di Indonesia.

Dalam kegiatan tersebut, tim UNISBA melakukan observasi partisipatif, wawancara informal dengan para pedagang, dokumentasi lapangan, serta diskusi kelompok terfokus untuk mengidentifikasi berbagai praktik unggul dalam pengelolaan pasar tradisional di Korea Selatan.

Ketua tim PKM, Asri Nuranisa Dewi, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut tidak bertujuan menyalin secara langsung sistem pengelolaan pasar tradisional di Korea Selatan, tetapi melakukan benchmarking terhadap praktik-praktik terbaik yang dapat diadaptasi sesuai dengan karakteristik sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat Indonesia.

“Setiap negara memiliki karakteristik yang berbeda. Oleh karena itu, yang kami lakukan bukan sekadar meniru, melainkan mempelajari dan mengadaptasi praktik-praktik yang terbukti berhasil agar dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan pasar tradisional di Indonesia,” ujarnya.

Pasar Tradisional yang Bertahan di Tengah Modernisasi

Yong Ho Gol Mok Market merupakan salah satu pasar tradisional yang berada di Distrik Nam-gu, Busan. Pasar yang telah berdiri sejak tahun 1975 tersebut memiliki lebih dari 100 kios yang menjual berbagai kebutuhan masyarakat, seperti hasil pertanian, produk perikanan dan peternakan, makanan olahan, pakaian, serta perlengkapan rumah tangga.

Meskipun berada di tengah perkembangan pusat perbelanjaan modern dan perdagangan berbasis digital, Yong Ho Gol Mok Market tetap mampu mempertahankan keberadaannya. Pasar tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat transaksi ekonomi masyarakat, tetapi juga dikembangkan sebagai ruang interaksi sosial dan destinasi wisata berbasis budaya lokal.

Keberlanjutan pasar tersebut didukung oleh program revitalisasi pemerintah Korea Selatan yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga mencakup modernisasi fasilitas, promosi wisata, pelatihan bagi asosiasi pedagang, pengembangan produk, serta penguatan paket wisata kuliner.

Lima Praktik Unggul Pengelolaan Pasar

Berdasarkan hasil observasi lapangan, tim PKM UNISBA mengidentifikasi sedikitnya lima praktik unggul yang berpotensi diadaptasi dalam pengelolaan pasar tradisional di Indonesia.

Pertama, penataan produk dilakukan secara bersih, rapi, dan higienis. Produk segar ditempatkan dalam wadah yang seragam sesuai dengan jenis komoditasnya, sedangkan makanan siap saji dan produk olahan dikemas secara tertutup. Penataan tersebut meningkatkan daya tarik produk sekaligus membangun kepercayaan konsumen terhadap kebersihan dan kualitas barang yang dijual.

Kedua, para pedagang menerapkan transparansi harga dengan mencantumkan harga produk secara jelas. Praktik tersebut memberikan kepastian kepada konsumen, mempercepat proses transaksi, serta membantu wisatawan asing yang memiliki keterbatasan dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Korea.

Ketiga, para pedagang menunjukkan keramahan dan keterbukaan terhadap pengunjung. Meskipun sebagian pedagang telah berusia lanjut dan memiliki keterbatasan dalam menggunakan bahasa asing, mereka tetap berusaha menyambut wisatawan dengan ramah dan memberikan pelayanan yang baik.

Keempat, pasar memiliki fasilitas pendukung yang memadai, seperti lorong beratap, pencahayaan yang baik, papan nama toko yang relatif seragam, toilet umum yang bersih, dan area parkir. Fasilitas tersebut menciptakan suasana berbelanja yang lebih aman dan nyaman bagi pedagang maupun konsumen.

Kelima, terdapat pendampingan pemerintah yang dilakukan secara berkelanjutan. Revitalisasi pasar tidak berhenti setelah pembangunan fisik selesai. Pemerintah juga memberikan pelatihan, memperkuat organisasi pedagang, mendampingi penyusunan program, serta melibatkan pedagang dalam proses pengambilan keputusan melalui forum komunikasi dengan pemerintah daerah.

Inspirasi bagi Pemberdayaan Pasar Tradisional Indonesia

Anggota tim PKM, Dr. Rabiatul Adwiyah, S.E., M.Si., menilai bahwa salah satu pembelajaran penting dari pengelolaan pasar tradisional di Korea Selatan adalah konsistensi dalam mengintegrasikan pembangunan fasilitas dengan peningkatan kapasitas pedagang.

“Revitalisasi pasar tidak cukup hanya dilakukan melalui perbaikan bangunan dan fasilitas. Keberhasilannya sangat bergantung pada kesiapan sumber daya manusia, budaya pelayanan, kebersihan, transparansi harga, penguatan kelembagaan pedagang, serta pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan,” jelasnya.

Hasil observasi tersebut kemudian dibandingkan dengan sejumlah kondisi pasar tradisional di Indonesia. Beberapa tantangan yang masih sering ditemukan antara lain penataan produk yang belum sepenuhnya higienis, penggunaan label harga yang belum konsisten, pelayanan yang belum berorientasi pada kepuasan konsumen, serta terbatasnya pendampingan setelah program revitalisasi fisik selesai dilaksanakan.

Berdasarkan hasil benchmarking tersebut, tim PKM UNISBA merumuskan rancangan awal model pemberdayaan pasar tradisional yang meliputi pelatihan penataan produk dan keamanan pangan, standardisasi label harga, peningkatan pelayanan prima, penguatan komunikasi lintas budaya, advokasi fasilitas pasar, serta pembentukan sistem pendampingan berkelanjutan.

Sistem pendampingan tersebut diharapkan melibatkan perguruan tinggi, pemerintah daerah, pengelola pasar, dan asosiasi pedagang. Sebelum diterapkan secara lebih luas, rancangan program tersebut masih akan disesuaikan melalui kajian kebutuhan pada pasar-pasar tradisional yang menjadi sasaran pemberdayaan di Indonesia.

Pengabdian Masyarakat Berbasis Benchmarking Internasional

Kegiatan ini menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak selalu diawali dengan pemberian pelatihan secara langsung. Pengabdian juga dapat dilakukan melalui proses pembelajaran dan benchmarking internasional untuk menghasilkan model pemberdayaan yang berbasis bukti dan praktik terbaik.

Dalam konteks tersebut, perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai penghubung antara praktik-praktik unggul yang berkembang di tingkat global dengan kebutuhan nyata masyarakat di Indonesia.

Melalui kegiatan PKM Internasional ini, FEB UNISBA diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan model revitalisasi pasar tradisional yang lebih komprehensif. Revitalisasi tidak hanya diarahkan pada peningkatan kualitas bangunan dan fasilitas, tetapi juga pada perubahan perilaku, peningkatan kualitas pelayanan, penguatan kelembagaan, dan peningkatan kapasitas para pedagang secara berkelanjutan. Tim PKM UNISBA berharap hasil kegiatan tersebut dapat menjadi referensi awal bagi pemerintah daerah, pengelola pasar, asosiasi pedagang, dan pemangku kepentingan lainnya dalam merancang kebijakan revitalisasi pasar tradisional yang lebih inklusif, adaptif, dan berorientasi pada keberlanjutan.

FEB Unisba, korea selatan, revitalisasi pasar tradisional, UNISBA

Artikel Lainnya

Dokter Residen PPDS FK Unpad Tersangka Kasus Pemerkosaan Penunggu Pasien di RSHS Bandung

Perempuan Sudah Terlalu Lama Diminta Berhati-Hati. Kapan Negara Mulai Mencegah Kekerasan terhadap Perempuan?

BRI Salurkan Kredit UMKM Rp1.105,70 Triliun, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan Hingga Triwulan III 2024

Leave a Comment