Kutub.co – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 43 dan 44 Universitas Islam Nusantara (UNINUS) menghadirkan satu unit Rocket Stove di Tempat Pengelolaan Sampah (TPS) Dusun 3 RW 05, Desa Haurngombong, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang. Program tersebut ditujukan sebagai salah satu alternatif penanganan sampah anorganik yang tidak memiliki nilai ekonomis.
Program tersebut dilaksanakan setelah mahasiswa KKN melakukan observasi terhadap kondisi pengelolaan sampah di TPS Dusun 3 RW 05. Berdasarkan hasil observasi, TPS telah menerapkan pemilahan sampah berdasarkan jenisnya. Namun, sampah anorganik yang tidak memiliki nilai ekonomis masih membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Kondisi tersebut menjadi dasar mahasiswa KKN untuk menghadirkan Rocket Stove sebagai salah satu sarana pengelolaan sampah di TPS. Satu unit alat disiapkan dan ditempatkan di area TPS dengan mempertimbangkan kondisi serta kebutuhan pengelolaan sampah di lokasi.
Program ini dilaksanakan di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. Ir. Yenny Muliani, M.P. Pelaksanaan program diawali dengan observasi dan identifikasi permasalahan di TPS, kemudian dilanjutkan dengan koordinasi bersama pihak yang terlibat dalam pengelolaan sampah.
Setelah proses identifikasi dilakukan, mahasiswa KKN merancang dan menyediakan satu unit Rocket Stove. Informasi mengenai penggunaan dan pemeliharaan alat turut disampaikan kepada pihak terkait TPS sebagai bagian dari proses serah terima.
“Program ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa dalam menghadirkan sarana yang disesuaikan dengan permasalahan pengelolaan sampah di lapangan,” keterangan dalam pelaksanaan program KKN tersebut.
Keberadaan Rocket Stove diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif dalam menangani sampah anorganik yang sulit dimanfaatkan kembali. Penggunaan alat selanjutnya disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi pengelolaan sampah di TPS Dusun 3 RW 05.
Mahasiswa KKN Kelompok 43 dan 44 UNINUS menegaskan bahwa setelah program KKN selesai, penggunaan dan perawatan Rocket Stove selanjutnya menjadi tanggung jawab pihak pengelola TPS. Penggunaannya disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi di lapangan.
Penulis: Sri Mulya Sari