PC Fatayat NU Garut Gelar Fatayat Goes to Pesantren, Dorong Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Lingkungan Pesantren

Hasemi

No Comments


Kutub.co – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026, Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama Kabupaten Garut menyelenggarakan kegiatan Fatayat Goes to Pesantren pada Minggu, 18 Oktober 2026, bertempat di Pondok Pesantren Al Majid, Sukagalih, Tarogong Kidul, Kabupaten Garut.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional yang diinisiasi PC Fatayat NU Kabupaten Garut sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat peran perempuan muda Nahdlatul Ulama serta mendorong terciptanya lingkungan pesantren yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah pimpinan lembaga Nahdlatul Ulama, di antaranya Ketua RMI (Rabithah Ma’ahid Islamiyah) dan Ketua LDNU (Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama), serta para peserta yang terdiri dari 104 santri dari empat pesantren, yaitu Pondok Pesantren Al Majid, Al Halim, Al Huda, dan Syifaussudur. Kehadiran para pimpinan lembaga NU dan para santri menjadi bagian penting dalam memperkuat sinergi untuk membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya pencegahan kekerasan di lingkungan pesantren.

Acara diawali dengan sambutan dari perwakilan tuan rumah, Sahabat Rd. Gina Alamiah, yang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Kegiatan ini diharapkan dapat mempererat silaturahmi antara Fatayat NU dan lingkungan pesantren sekaligus menjadi ruang edukasi untuk meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya perlindungan santri.

Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Garut, Sahabat Dr. Ernawati, M.Pd.I. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya peran perempuan muda Nahdlatul Ulama dalam menghadirkan gerakan yang tidak hanya berfokus pada pemberdayaan perempuan, tetapi juga pada upaya perlindungan dan penciptaan lingkungan yang aman bagi seluruh warga pesantren.

Pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, menanamkan nilai-nilai keislaman, serta membangun generasi yang berilmu dan berakhlak mulia. Oleh karena itu, upaya pencegahan kekerasan perlu menjadi perhatian bersama melalui penguatan pemahaman, kepedulian, dan tanggung jawab seluruh elemen yang berada di lingkungan pesantren.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi mengenai pengenalan dan pencegahan kekerasan berbasis gender di lingkungan pesantren yang disampaikan oleh Ketua LKP3A Fatayat NU Kabupaten Garut, Sahabat Risnawati, M.AP.

Dalam sesi tersebut, para peserta diajak mengenali berbagai bentuk kekerasan berbasis gender, memahami faktor-faktor yang dapat memicu terjadinya kekerasan, serta meningkatkan kesadaran mengenai langkah-langkah pencegahannya. Edukasi ini juga menekankan pentingnya membangun lingkungan yang menghormati martabat manusia, menjaga keamanan dan kenyamanan santri, serta mendorong keberanian untuk mencari bantuan dan melaporkan tindakan kekerasan melalui mekanisme yang tepat.

Melalui kegiatan ini, PC Fatayat NU Kabupaten Garut berharap para santri dapat memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai hak atas perlindungan, mampu mengenali perilaku yang mengarah pada kekerasan, serta turut membangun budaya saling menghormati di lingkungan pesantren.

Kegiatan Fatayat Goes to Pesantren juga menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara Fatayat NU, lembaga-lembaga NU, dan pesantren dalam menciptakan ruang pendidikan keagamaan yang aman, ramah, dan mendukung tumbuh kembang santri secara optimal.

Peringatan Hari Santri Nasional bukan sekadar momentum untuk mengenang sejarah dan perjuangan para santri, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat kontribusi nyata dalam menjawab tantangan zaman. Melalui kegiatan ini, PC Fatayat NU Kabupaten Garut menegaskan komitmennya untuk terus hadir dalam upaya edukasi, pemberdayaan, dan perlindungan perempuan serta generasi muda.

Fatayat Merawat Jejak Pesantren

Fatayat NU Garut, Gender, HSN 2026, kekerasan seksual, Perempuan, Pesantren

Artikel Lainnya

Pemuda Cimanggu dan Santri Ponpes Nurul Falah Istiqamah Berbagi: Ramadan Penuh Berkah

Dua Siswi MTs. Nurul Iman Maju Ke Final Olimpiade Matematika Internasional

Dampak Tarif AS dan Gejolak Global terhadap Industri Ekspor Jawa Barat: Ancaman Nyata atau Peluang Strategis?

Leave a Comment