PC IPNU-IPPNU Bandung Barat Resmi Dilantik, Teguhkan Integritas dan Kolaborasi Pelajar

Hasemi

No Comments

Kutub.co- Pimpinan Cabang (PC) IPNU-IPPNU Kabupaten Bandung Barat resmi dilantik dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Masjid Assidiq, Kompleks Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (31/10/2026).

Mengusung tema “Integritas sebagai Akar Perjuangan, Kesetaraan dalam Pergerakan, dan Kolaborasi Menuju Kemajuan Pelajar”, kegiatan ini menjadi momentum penguatan komitmen kader dalam membangun organisasi yang progresif dan berdampak.

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah PCNU Kabupaten Bandung Barat, unsur Forkopimda, perwakilan pemerintah daerah, organisasi kepemudaan, serta sejumlah mitra strategis. Hadir pula Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bandung Barat, Sandi Supyandi, Ketua KPU Kabupaten Bandung Barat, Rifki Ahmad Sulaeman, dan perwakilan PW IPNU-IPPNU Jawa Barat.

Suasana penyambutan turut dimeriahkan penampilan Tim Lengser dari Lingkungan Seni Pondok Pesantren Nurul Falah Cililin. Sekitar 300 kader dari berbagai Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU se-Kabupaten Bandung Barat mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.

Ketua PC IPNU Kabupaten Bandung Barat, Fajar Ismail, mengatakan bahwa pelajar harus mengambil peran aktif dalam menghadapi perubahan zaman, terutama di tengah perkembangan teknologi dan dinamika demokrasi.

Menurutnya, kepengurusan baru harus mampu menghadirkan program kerja yang konkret dan memberikan dampak nyata bagi pelajar, bukan sekadar menjalankan agenda seremonial.

“Pelajar harus mampu mengambil peran dalam menghadapi perubahan zaman. Organisasi ini jangan hanya menjalankan kegiatan seremonial, tetapi harus menghadirkan program kerja yang konkret dan bermanfaat,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua PC IPPNU Kabupaten Bandung Barat, Riyani, mengatakan bahwa pelantikan merupakan amanah untuk melanjutkan perjuangan organisasi.

Ia berkomitmen memperkuat komunikasi dengan para senior, menghidupkan kembali PAC dan ranting, serta menjadikan IPPNU sebagai ruang yang inklusif bagi seluruh pelajar putri.

“Ini merupakan amanah untuk melanjutkan perjuangan organisasi. Kami ingin memperkuat komunikasi dengan para senior, menghidupkan kembali PAC dan ranting, serta membangun IPPNU sebagai ruang yang terbuka bagi seluruh pelajar putri,” tuturnya.

Sementara itu, KH. Yusuf Abdul Qodir dalam arahannya mengingatkan bahwa menjadi pengurus IPNU-IPPNU merupakan kesempatan untuk mengabdi kepada Nahdlatul Ulama (NU).

Ia menegaskan bahwa esensi berorganisasi tidak terletak pada surat keputusan (SK) pengangkatan, melainkan pada keikhlasan dan kesungguhan dalam menjalankan amanah.

“Menjadi pengurus IPNU-IPPNU merupakan kesempatan untuk mengabdi kepada Nahdlatul Ulama. Karena itu, jangan hanya berbangga dengan SK, tetapi tunjukkan kesungguhan dan keikhlasan dalam menjalankan amanah,” pesannya.

Setelah prosesi pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan Seminar Pelajar yang menghadirkan tiga narasumber, yakni Reza Azizah, demisioner Ketua IPPNU Kabupaten Bandung Barat ke-2; Sandi Supyandi, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bandung Barat; serta Rifki Ahmad Sulaeman, Ketua KPU Kabupaten Bandung Barat.

Dalam seminar tersebut, Reza Azizah menyoroti pentingnya profesionalitas dan pembagian peran yang proporsional antara IPNU dan IPPNU. Menurutnya, ego sektoral tidak boleh mengalahkan visi dan misi bersama dalam membangun organisasi.

“IPNU dan IPPNU harus mampu menjalankan peran masing-masing secara profesional. Jangan sampai ego sektoral justru menghambat visi dan misi bersama dalam membangun organisasi,” jelasnya.

Sandi Supyandi mengajak pelajar membangun budaya diskusi dan pertukaran gagasan. Ia juga mengingatkan agar kemudahan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), tidak melemahkan kemampuan berpikir kritis.

“Teknologi harus dimanfaatkan untuk mendukung proses belajar, bukan justru membuat kita kehilangan kemampuan berpikir kritis. Karena itu, literasi ilmiah dan budaya diskusi perlu terus dibangun di kalangan pelajar,” ungkapnya.

Adapun Rifki Ahmad Sulaeman menekankan posisi strategis pelajar dalam kehidupan demokrasi. Di tengah perubahan pola akses informasi, generasi muda memiliki peluang lebih besar untuk mengenali rekam jejak pemimpin dan memahami persoalan publik.

“Pelajar harus memiliki kesadaran demokrasi dan kemampuan memilah informasi. Dengan begitu, generasi muda tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga mampu memahami persoalan publik secara kritis,” paparnya.

Melalui pelantikan dan Seminar Pelajar ini, PC IPNU-IPPNU Kabupaten Bandung Barat diharapkan mampu memperkuat kaderisasi, memperluas jejaring kolaborasi, serta melahirkan generasi pelajar yang berintegritas, kritis, dan responsif terhadap perkembangan zaman.

Kepengurusan baru kini memikul tanggung jawab untuk membuktikan bahwa organisasi pelajar bukan sekadar ruang berhimpun, melainkan ruang belajar, bertumbuh, dan menghadirkan perubahan.

Penulis: Ibnu Hafiz

Bandung t, beraktivitas, Indonesia, nu, PC IPNU IPPNU, Pelantikan

Artikel Lainnya

Virus MVOX Menyebar dengan Cepat: Apa yang Perlu Kamu Ketahui

Cuma Nongkrong Tapi Ditonton Seharian: Kenapa Marapthon Reza Arap Bikin Nagih?

Mahasiswa KPI UNINUS Gelar Pameran Fotografi Human Interest, Tampilkan 21 Kisah Kemanusiaan

Leave a Comment